Ilmuwan Yakin Gundukan di Turki Sisa Kapal Raksasa Nabi Nuh

by -49 Views

Tim peneliti yang mengkaji situs Durupınar di dekat Gunung Ararat, Turki, mengklaim telah menemukan bukti baru bahwa gundukan berbentuk perahu tersebut merupakan struktur buatan manusia. Mereka bahkan menduga formasi itu adalah sisa Bahtera Nuh, meski sampel dari lokasi tersebut masih menjalani pengujian laboratorium.

Klaim itu disampaikan dalam wawancara dengan Daily Mail pada Selasa (22/9/2026). Tim internasional tersebut menyatakan telah “100 persen mengonfirmasi” bahwa Durupınar bukan bentukan geologis alami seperti yang selama ini diperkirakan dalam sejumlah penelitian.

Temuan pemindaian dan pengeboran

Menurut para peneliti, situs itu tidak tersusun dari batuan dasar padat maupun batu kapur. Andrew Jones, pendiri organisasi Noah’s Ark Scans yang telah terlibat dalam penelitian Durupınar selama bertahun-tahun, mengatakan temuan tersebut menjadi titik balik dalam penyelidikan.

“Ini menghancurkan teori bahwa situs tersebut adalah balok batu kapur padat yang dibentuk menyerupai perahu oleh gletser dan pelapukan setelah turun dari lereng gunung,” ujar Jones.

Ia juga menolak teori lain yang menyebut formasi tersebut merupakan batuan dasar, sementara aliran lumpur di sekitarnya membentuk pola menyerupai kapal. “Dan ini juga membantah teori bahwa ini adalah batuan dasar di mana lumpur mengalir di sekitarnya untuk membentuk pola tersebut,” katanya.

Hasil pemindaian menjadi salah satu dasar klaim tim tersebut. Mereka menyebut lapisan bawah formasi terbagi menjadi tiga bagian yang di dalamnya terdapat banyak ruang, koridor, dan terowongan. Temuan itu dinilai memiliki kemiripan dengan kisah dalam Kitab Kejadian, yang menggambarkan Bahtera Nuh sebagai kapal dengan tiga geladak.

Berdasarkan sejumlah interpretasi terhadap kisah tersebut, bahtera itu dibangun sekitar 4.300 tahun lalu untuk menyelamatkan manusia dan berbagai spesies hewan dari bencana banjir besar. Namun, kemiripan antara hasil pemindaian dan uraian dalam kitab tersebut belum menjadi bukti final mengenai identitas situs Durupınar.

Jones, yang berlatar belakang pengembangan perangkat lunak, pertama kali mengunjungi lokasi itu pada 1997. Dalam penelitian terbaru, timnya menemukan material organik yang kini sedang dianalisis untuk mengetahui kemungkinan adanya jejak kayu yang telah membusuk.

Sampel masih menunggu hasil laboratorium

Dalam siaran pers pada Rabu (23/9/2026), Jones menceritakan adanya momen penting saat pengeboran inti dilakukan. Setelah menembus material di bagian atas, mesin bor tiba-tiba menghantam lapisan keras yang tidak diperkirakan sebelumnya. Benturan tersebut bahkan menyebabkan mata bor rusak.

Tim menduga lapisan keras itu bisa berupa kayu yang membatu atau material yang mengalami mineralisasi sangat kuat. Kedua kemungkinan tersebut masih harus dibuktikan melalui pengujian oleh laboratorium independen.

Sejumlah investigasi terdahulu menyimpulkan bahwa gundukan menyerupai perahu itu terbentuk secara alami. Karena itu, hasil pengujian sampel terbaru akan menjadi tahap penting untuk menilai apakah terdapat struktur buatan atau material organik di bawah permukaan situs.

Meski belum memperoleh hasil akhir, Jones menyatakan keyakinannya terhadap hipotesis tersebut. “Saya yakin ini adalah Bahtera Nuh,” tegasnya. Ia mengatakan keyakinan itulah yang mendorong tim menempatkan situs Durupınar dalam rangkaian pengujian paling ketat yang dapat mereka lakukan.

Source link