Polisi menangkap dua orang yang diduga hendak terlibat tawuran sambil membawa celurit di kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penangkapan itu dilakukan tim presisi pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 01.50 WIB, sebelum tawuran benar-benar terjadi.
Kedua orang yang diamankan berinisial AA dan MAS. Polisi menyita dua senjata tajam, yakni satu celurit berwarna emas dan satu celurit berwarna biru. Keduanya kini menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Kebayoran Lama.
Polisi membubarkan kelompok yang berpotensi tawuran
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama AKP Tasyuri mengatakan, polisi segera membubarkan kelompok tersebut setelah mendapati adanya orang-orang yang membawa senjata tajam. Dalam pembubaran itu, sejumlah orang melarikan diri dan dikejar petugas.
“Polisi langsung membubarkan peristiwa aksi tersebut. Ketika dibubarkan, ada beberapa orang yang menggunakan senjata tajam berupa satu buah celurit warna emas dan satu buah celurit tajam berwarna biru,” kata Tasyuri dalam jumpa pers di Mapolsek Kebayoran Lama, Kamis.
Petugas kemudian mengamankan beberapa orang untuk diperiksa. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menetapkan AA dan MAS sebagai pelaku yang diproses lebih lanjut. Tasyuri menyebut keduanya dijerat Pasal 307 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Video viral disebut kejadian yang sama
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi memastikan video yang beredar di media sosial merupakan rekaman dari peristiwa penangkapan tersebut. Ia mengatakan kelompok itu semula diduga hendak melakukan begal karena membawa senjata tajam. Namun, berdasarkan pemeriksaan dan informasi dari tim di lapangan, motif mereka adalah tawuran dengan kelompok lain.
“Bahwa video yang viral itu adalah kejadian yang sama, yaitu tim presisi melakukan penangkapan kepada sekelompok orang yang berpotensi melakukan tawuran,” ujar Joko.
Joko menegaskan tawuran belum sempat terjadi ketika polisi datang. “Dipastikan itu kejadian yang sama dan kejadian itu belum terjadi tawuran, namun berpotensi terjadi tawuran,” katanya.
Ia juga meluruskan informasi mengenai penggunaan senjata api dalam penangkapan yang terekam dalam video. Menurut Joko, petugas tidak menembakkan peluru tajam. Suara tembakan yang terdengar berasal dari gas air mata yang digunakan untuk membubarkan kelompok tersebut.
“Jadi informasi yang didapat dari tim presisi, karena ini sekelompok orang itu tidak ada penembakan. Sempat tembakan gas air mata untuk membubarkan,” kata Joko.





