Fe Buka Perjalanan Musik Lewat Single “Selamat Datang”

by -35 Views

Fenny Noviarma, yang dikenal dengan nama panggung Fe, membuka perjalanan musiknya melalui debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia ini mengangkat tema tentang menerima hidup yang belum sepenuhnya selesai, termasuk luka, kehilangan, ketidakpastian, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Fe memperkenalkan lagu tersebut bukan semata sebagai karya untuk didengarkan, melainkan sebagai ruang bagi pendengar untuk menemukan pengalaman personal masing-masing. Pesannya dibuat terbuka sehingga dapat dimaknai sebagai kisah seseorang yang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, maupun hubungan yang menjadi tempat pulang ketika kehidupan terasa kacau.

Berangkat dari catatan pribadi

“Selamat Datang” berawal dari catatan diary pribadi Fe. Catatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Isinya menggambarkan fase ketika seseorang dipaksa tumbuh dalam situasi yang tidak selalu ideal, melewati patah hati, kehilangan arah, serta perjuangan yang kerap tidak terlihat oleh orang lain.

Salah satu penggalan yang menjadi inti pesan lagu itu berbunyi, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda.” Bagi Fe, kehidupan tidak harus benar-benar tuntas terlebih dahulu agar dapat diterima.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe, Jumat (2/10/2026).

Gagasan tersebut juga tercermin dalam lirik yang sederhana, tetapi reflektif: “Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira/Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat/Atau mungkin tak sempat melambat”. Setelah bagian yang lebih gelap, lirik bergerak menuju suasana yang lebih lapang melalui kalimat “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”.

Aransemen musik ikut berkembang hingga interlude yang terasa megah dan glorious. Perubahan itu menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan. Pertemuan antara kegelapan dan harapan menjadi benang merah karya Fe, yang menggambarkan cahaya sebagai sesuatu yang terkadang muncul setelah benturan dan masa sulit.

Memulai eksplorasi musik

Langkah Fe ke dunia musik dibangun dari pengalaman sebelumnya di bidang visual. Perempuan yang kini menjadi ibu dari satu anak berusia satu tahun itu merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019. Sejak masa kuliah, ia telah bekerja sebagai graphic designer dan stage photographer.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi Fe dalam membangun identitas visual sekaligus pendekatan artistiknya. Dalam bermusik, ia mengaku masih berada dalam tahap eksplorasi. Sejumlah musisi seperti Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah turut menjadi sumber inspirasinya.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” kata Fe.

Selera musik Fe mencakup punk rock, ballad, classical, hingga lagu-lagu era 90-an. Keragaman itu menjadi bagian dari prosesnya dalam menemukan warna musik yang paling merepresentasikan diri. Karakter vokal yang ringan, nuansa hangat, dan aransemen yang terus berkembang dipilih untuk menghadirkan pengalaman mendengar yang intim dengan ruang tafsir yang luas.

Keputusan untuk mulai menciptakan musik juga mendapat dukungan dari suaminya, yang disebut Fe sebagai salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan tersebut. Setelah “Selamat Datang”, ia menargetkan produksi satu lagu baru sebelum mewujudkan rencana jangka panjang untuk merilis EP.

“Ke depan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link