KOLTIVA Menggalakkan Segregasi Inklusif demi Petani

by -119 Views

Seiring dengan berlakunya Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR), sebagian besar perusahaan hulu dan hilir belum siap menghadapi tuntutan ketertelusuran dan segregasi yang ketat. Hanya 30% pemasok hulu dan 12% pelaku hilir yang memiliki sistem ketertelusuran deforestasi, meninggalkan rantai pasok global tidak siap untuk implementasi EUDR. Hal ini menjadi tantangan besar terutama bagi rantai pasok berbasis petani kecil yang kompleks. Mencegah pencampuran antara komoditas yang patuh dan tidak patuh terhadap EUDR memerlukan penerapan sistem digital dan protokol pemisahan yang ketat di lapangan. KOLTIVA hadir sebagai solusi dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas agar perusahaan, petani, dan perantara mampu menerapkan segregasi tanpa mengecualikan komunitas petani kecil.

Menjelang berlakunya EUDR, analisis Forbes 2025 menunjukkan bahwa meskipun komitmen tanpa deforestasi semakin umum, hanya sedikit pemasok memiliki sistem pelacakan risiko deforestasi. Ketidakpatuhan terhadap EUDR mengancam perdagangan menuju pasar Uni Eropa, karena komoditas yang tidak mematuhi aturan dapat ditolak. Untuk memastikan kepatuhan, pemisahan yang ketat diperlukan mulai dari titik panen hingga ekspor.

KOLTIVA, perusahaan AgriTech asal Swiss-Indonesia, memberikan penekanan pada pentingnya segregasi fisik dan prosedural antara komoditas patuh dan tidak patuh terhadap EUDR. Pemisahan komoditas yang memenuhi kriteria ketat EUDR dari yang tidak patuh sangat penting untuk menjaga akses ke pasar Uni Eropa. Sistematisasi dan pendekatan bertahap diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap EUDR, termasuk pemetaan lahan, aplikasi digital untuk ketertelusuran, infrastruktur penyimpanan terpisah, pelatihan, dan pemantauan lapangan.

Kesadaran akan pentingnya segregasi dan sistem ketertelusuran untuk mematuhi EUDR semakin meningkat. Petani seperti Rahman di Kutai Barat, Kalimantan Timur, menyadari bahwa dukungan dari perusahaan dan pemerintah sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi ini. KOLTIVA memahami betapa krusialnya inklusi petani kecil dalam proses segregasi, dan fokus pada penguatan kapasitas lokal melalui pelatihan, pendampingan, dan solusi teknologi untuk memastikan keberlanjutan dan ketertelusuran dalam rantai pasok. Penyedia teknologi global ini beroperasi di lebih dari 65 negara, membantu ribuan perusahaan membangun rantai pasokan yang transparan dan berkelanjutan. Dukungan dari KOLTIVA dan perusahaan lainnya akan memainkan peran kunci dalam memastikan petani kecil tetap termasuk dalam implementasi EUDR agar tidak terpinggirkan.

Source link