Cadangan Minyak Terbesar Dunia: Harga Tetap Tinggi

by -70 Views

Pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah oleh Amerika Serikat dan sekutunya gagal meredakan kekhawatiran atas kenaikan harga minyak yang terjadi secara signifikan.  Sebanyak 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global untuk mengurangi lonjakan harga energi. Meskipun AS memimpin inisiatif ini dengan melepas 172 juta barel dari cadangan minyaknya, langkah ini tidak cukup untuk menstabilkan pasar.

Meskipun upaya ini menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar yang dikomandani oleh International Energy Agency (IEA) dalam 50 tahun terakhir, namun harga minyak bursa terus meningkat. Harga minyak Brent bahkan menutup di atas US$100 per barel, menunjukkan kenaikan lebih dari 17% sejak pengumuman pelepasan cadangan darurat dilakukan.

Kondisi geopolitik, seperti serangan terhadap kapal tanker di Teluk Persia dan pernyataan baru pemimpin Iran, menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga. Di tengah situasi tersebut, para ahli memperkirakan bahwa hasil dari pelepasan cadangan tersebut kemungkinan tidak akan langsung terlihat di pasar.

Meskipun IEA telah melepaskan 400 juta barel cadangan darurat, stok yang tersedia untuk pelepasan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang bisa dilepaskan setiap hari. AS sendiri akan melepaskan 172 juta barel dalam waktu 120 hari, setara dengan 1,4 juta barel per hari atau sekitar 15% dari pasokan yang terganggu.

Terakhir kali IEA melepaskan cadangan darurat adalah sebagai respons terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Masing-masing dari 32 negara anggotanya akan menentukan volume dan waktu pelepasan sesuai keadaan masing-masing. Analis memperkirakan bahwa meskipun upaya ini memberikan waktu, namun belum sepenuhnya menyelesaikan masalah krisis yang terjadi.

Source link