Tarif Kapal Selat Hormuz: Fantastis!

by -223 Views

Blokade de facto Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap perang Amerika Serikat-Israel telah menyebabkan salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade. Para ahli memperingatkan potensi resesi global akibat hal ini. Sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari, Tehran masih memblokir Selat Hormuz, menghalangi jalur yang biasanya mengangkut 20 juta barel minyak per hari. Selat Hormuz berperan penting dalam stabilitas ekonomi global dan ketegangan di jalur ini dapat memicu inflasi serta dampak signifikan bagi negara-negara yang bergantung pada selat tersebut.

Media Iran melaporkan bahwa hampir 2.000 kapal terdampar di dekat selat tersebut, yang terletak di antara Iran di sisi utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi selatan. Dikabarkan bahwa Iran berencana untuk memungut biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi Hormuz untuk memastikan keamanan kapal tersebut. Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan harga minyak global melonjak di atas US$100 per barel, memaksa negara-negara untuk melakukan penjatahan bahan bakar dan memangkas produksi industri. Iran meminta pengakuan internasional atas haknya untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz sebagai syarat untuk mengakhiri perang.

Beberapa kapal telah dikenakan biaya sebesar US$2 juta atau sekitar Rp33 miliar untuk melewati selat tersebut. Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, menyatakan bahwa hampir 2.000 kapal menunggu di kedua sisi selat untuk berlayar melewatinya. Penumpukan kapal ini menunjukkan bahwa banyak operator memilih untuk mempertahankan posisi di luar Hormuz daripada melakukan pengalihan rute jarak jauh. Situasi ini semakin meruncing dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Source link