Pada Selasa (21/4) sekitar pukul 16.25 WIB, polisi mengungkap kronologi bentrokan antara kelompok penagih kendaraan yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Awalnya, motornya ditarik oleh matel dan pemilik kendaraan bersama rekannya mendatangi kantor matel di wilayah hukum Polsek Cakung. Hal ini berujung pada keributan singkat yang tidak menimbulkan korban luka atau korban jiwa. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengambil langkah cepat dengan menghalau massa dan mengamankan situasi agar tidak semakin meluas.
Polsek Cakung mengerahkan seluruh personel melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) untuk meredam ketegangan dan mencegah situasi semakin panas. Pihak kepolisian juga mengumpulkan semua pihak yang terlibat untuk mengurangi ketegangan. Setelah situasi mereda, para pelaku keributan yang bukan merupakan warga setempat perlahan membubarkan diri. Meskipun lokasi pasti penarikan kendaraan tidak diketahui, kepolisian fokus pada pengamanan di kantor matel yang berada di wilayah Cakung.
Saat ini, anggota kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi. Kelompok mata elang dikabarkan berencana membuat laporan resmi ke Polres terkait insiden tersebut. Aksi tersebut viral di media sosial, memperlihatkan polisi berusaha menghalau massa dengan pelontar gas air mata. Situasi kini telah kondusif dan anggota kepolisian tetap siaga di lokasi.




