Kapal Induk AS Bawa 5.000 Tentara Menuju RI: Analisis dan Implikasinya

by -47 Views

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Merapat di Thailand

Pekan depan, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln akan merapat di Thailand setelah menjalani pengerahan di Timur Tengah. Kedatangan kapal yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir ini menjadi sorotan karena kekhawatiran kondisi fisik dan mental kru kapal setelah berlayar selama lebih dari 250 hari.

Kedatangan Kapal Setelah Pengerahan Berkepanjangan

Berdasarkan laporan Bangkok Post, kapal USS Abraham Lincoln telah berlayar sejak Sabtu tanpa bersandar di pelabuhan mana pun selama lebih dari 250 hari. Durasi ini bahkan mencetak rekor modern untuk kapal induk di lautan lepas. Rencananya, ribuan pasukan ini akan bersinggah di Thailand untuk istirahat setelah perjalanan laut yang panjang.

Penetapan tanggal dan lokasi pelabuhan di Thailand masih belum diumumkan secara resmi, tetapi biasanya kapal induk AS bersandar di Sattahip, Chon Buri. Informasi ini merebak setelah pesan teks dari anggota kru kepada keluarga di USA Today yang kemudian dibocorkan. Meskipun Angkatan Laut AS belum mengonfirmasi kunjungan ke Thailand, pejabat Thailand dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand enggan memberikan tanggapan.

Kontroversi Pengerahan yang Diperpanjang

USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego pada November 2025 untuk pengerahan yang seharusnya hanya berlangsung enam bulan. Namun, pengerahan tersebut diperpanjang hingga lebih dari sembilan bulan tanpa pemberhentian kecuali di Guam. Laporan tentang krisis di atas kapal mencakup kekurangan air dan makanan, pipa ledeng rusak, kelelahan parah, hingga masalah kesehatan mental yang memicu kemarahan senator AS.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menepis laporan tersebut sebagai kekeliruan, sementara Presiden AS Trump menuai kritik karena komentarnya yang kurang sensitif terkait kondisi kru kapal USS Abraham Lincoln.

Source link