Kriminal dan Kematian di Pejompongan: Kejadian Pembacokan Terkini

by -48 Views

Serangkaian Kejadian Kriminal di DKI Jakarta: Kronologi dan Penangkapan Pelaku

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah insiden kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (28/8), mulai dari Polda Metro Jaya mengungkap kronologi meninggalnya seorang warga dalam peristiwa kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, hingga Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok menangkap pelaku pembacokan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Berikut rangkaian berita yang patut diperhatikan:

Polda Metro Jaya Ungkap Kronologi Kematian Korban di Pejompongan

Polda Metro Jaya telah mengungkap kronologi meninggalnya seorang warga dalam peristiwa kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan proses evakuasi korban tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Polda Metro Jaya Amankan 322 Orang Pasca Kerusuhan di DPR/MPR

Sebanyak 322 orang diduga terlibat dalam kerusuhan dan perusakan fasilitas umum pasca kegiatan penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Tanjung Priok

Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok berhasil menangkap pelaku pembacokan yang terjadi di Jalan Bugis, depan toko kopi di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (27/8) dini hari. Pelaku berinisial A menyerang korban berinisial AH, warga setempat.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, terkait penetapan status tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Putusan ini menjelaskan bahwa praperadilan pemohon ditolak seluruhnya.

Kepolisian Daerah Metro Jaya mendeskripsikan aksi perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8) malam sebagai ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas. Mereka menyatakan bahwa situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI memanas akibat ulah massa susulan yang tidak lagi berkaitan dengan aspirasi.

Source link