Persaingan NASCAR Truck Series memasuki Chase for the Championship dengan Layne Riggs, Kaden Honeycutt, dan Chandler Smith sebagai tiga nama utama. Namun, jarak poin yang tipis serta tujuh balapan penentuan membuat peluang pembalap lain tetap terbuka, termasuk dua juara sebelumnya dari ThorSport Racing, Ty Majeski dan Ben Rhodes.
Riggs memimpin klasemen Chase dengan keunggulan 25 poin atas Honeycutt. Smith berada di posisi ketiga, tertinggal 35 poin, disusul Christian Eckes (-40), Giovanni Ruggiero (-45), Majeski (-50), Grant Enfinger (-55), Daniel Hemric (-60), Rhodes (-65), dan Tyler Ankrum (-70).
Tiga pembalap menjadi pusat persaingan
Riggs, Honeycutt, dan Smith telah memenangi 10 dari 18 balapan musim ini. Riggs mengoleksi enam kemenangan, sedangkan Honeycutt dan Smith masing-masing meraih dua kemenangan. Meski demikian, Honeycutt dan Smith memiliki jumlah finis 10 besar lebih banyak dibandingkan Riggs, sebuah faktor yang bisa berpengaruh dalam format Chase yang singkat.
Riggs menilai keunggulan 25 poin belum cukup untuk membuatnya bermain aman. “Itu menunjukkan bahwa 25 poin bukan apa-apa, meskipun terdengar seperti keunggulan yang lumayan,” kata Riggs. Ia menegaskan tidak akan mengubah pendekatannya dan tetap memburu kemenangan, bukan sekadar mempertahankan posisi.
Menurut Riggs, pembalap yang ingin menjadi juara kemungkinan harus memenangi setidaknya dua balapan selama Chase. Ia juga menolak anggapan bahwa strategi pasif dengan konsisten finis lima besar akan cukup untuk merebut gelar.
Honeycutt mengambil pendekatan yang lebih berfokus pada eksekusi. Ia ingin menjalani balapan dengan caranya sendiri, tidak terlalu memikirkan klasemen, dan membiarkan poin mengikuti hasil di lintasan. “Kami pergi untuk memenangi balapan dan poin akan mengurus dirinya sendiri setelah itu,” ujarnya.
Honeycutt juga mendapat dukungan dari kepala kru Scott Zipadelli, yang telah membantu memenangkan dua gelar Truck Series serta terlibat dalam keberhasilan Corey Heim selama tiga musim terakhir. Kru yang sama juga pernah membawa Brett Moffitt menjadi juara bersama Hattori Racing Enterprises.
Smith mengatakan peluangnya dalam perebutan gelar musim reguler terganggu oleh dua insiden, yakni kesalahan di Charlotte dan kecelakaan di San Diego. Tanpa dua balapan tersebut, ia menilai persaingannya dengan Riggs bisa berlangsung lebih ketat. Meski tertinggal 35 poin, Smith menyebut timnya berada dalam kondisi baik menjelang Chase.
ThorSport mencari konsistensi
Majeski dan Rhodes menjadi ancaman yang tidak boleh diabaikan, kendati performa ThorSport Racing belum konsisten. Kemenangan terakhir tim tersebut terjadi ketika Majeski memenangi balapan perebutan gelar pada 2024.
Majeski mengakui timnya masih tertinggal. Ia mengatakan kecepatan untuk menang sebenarnya sudah terlihat di sejumlah lintasan, tetapi hasil buruk mereka masih berada di kisaran posisi ke-10 hingga ke-12, bukan posisi kelima sampai ketujuh. Konsistensi menjadi pekerjaan utama agar mereka bisa kembali bersaing untuk kemenangan dan gelar.
Rhodes menyebut kombinasi kesalahan eksekusi dan nasib buruk memengaruhi musim ThorSport. Namun, ia menegaskan faktor tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti mencari kecepatan.
Peluang para penantang lain
Eckes, yang belum memenangi balapan musim ini, justru merasa berada dalam posisi tanpa beban karena tidak menjadi favorit. Ruggiero juga dianggap memiliki peluang karena mengendarai truk dengan kualitas yang sama seperti milik Honeycutt di Tricon Garage.
Enfinger pernah nyaris merebut gelar pada 2023, sementara Ankrum merupakan pembalap paling berpengalaman di antara peserta Chase dan telah terbiasa menghadapi tekanan setelah nyaris gagal lolos ke fase ini. “Kami bisa melakukan ini,” kata Enfinger.
Jadwal Chase juga menghadirkan balapan berisiko tinggi di Bristol, Talladega, dan Martinsville sebelum penentuan gelar di Homestead-Miami. Kecelakaan besar di Talladega bahkan berpotensi menyingkirkan tiga kandidat utama sekaligus dan membuat dua balapan terakhir berubah menjadi persaingan terbuka.





