Jarak tempuh balapan Formula 1 akan kembali dipangkas mulai 2027. Setelah selama puluhan tahun mengalami perubahan, jarak standar Grand Prix yang saat ini ditetapkan lebih dari 305 kilometer direncanakan turun menjadi 290 kilometer, atau sekitar dua hingga tiga lap lebih pendek. Keputusan itu telah disetujui Formula 1 Commission, tetapi masih menunggu persetujuan final FIA World Motor Sport Council.
Dari balapan 805 kilometer ke standar 305 kilometer
Ketika Kejuaraan Dunia Formula 1 dimulai pada 1950, penyelenggara belum terikat standar jarak yang seragam. Grand Prix pertama di Silverstone berlangsung selama 70 lap dengan jarak 325 kilometer. Pada penutup musim di Monza, pembalap menempuh 80 lap atau sekitar 504 kilometer.
Jarak terjauh dalam sejarah Kejuaraan Dunia tercatat pada Indianapolis 500, yang masuk kalender kejuaraan pada 1950 hingga 1960. Balapan tersebut terdiri atas 200 lap dengan total 805 kilometer. Hingga kini, Indianapolis 500 juga menjadi balapan dengan jumlah lap terbanyak dalam sejarah kejuaraan.
Perubahan besar dimulai pada 1958 ketika badan pengatur menetapkan jarak balapan antara 300 dan 500 kilometer serta membatasi durasi maksimal hingga dua jam. Pada 1971, batas atas jarak kembali dipangkas menjadi sekitar 322 kilometer. Sebagian besar balapan pada era 1970-an dan 1980-an kemudian berada di kisaran 300 hingga 320 kilometer.
Standar yang menjadi acuan modern mulai berlaku pada 1989. Setiap Grand Prix harus menempuh jumlah lap minimum yang membuat total jaraknya melebihi 305 kilometer. Pengecualian berlaku untuk Monako, yang ditetapkan sepanjang 260 kilometer karena karakter sirkuitnya yang sempit, berkelok, dan memiliki kecepatan rata-rata lebih rendah. Dengan panjang lintasan hanya 3,337 kilometer, memaksakan jarak 305 kilometer berisiko membuat balapan berlangsung terlalu lama.
Batas waktu dan balapan terpendek
Dalam aturan saat ini, waktu balap aktual dibatasi dua jam. Jika perlombaan dihentikan, keseluruhan durasi termasuk jeda tidak boleh melampaui tiga jam. Batas total tersebut sebelumnya empat jam pada periode 2012-2020, sebelum dikurangi menjadi tiga jam mulai 2021.
Perubahan itu dipicu oleh Grand Prix Kanada 2011. Hujan deras menghentikan balapan di Montreal selama sekitar dua jam. Jenson Button akhirnya menang, sementara waktu resmi perlombaan mencapai 4:04:39.537—rekor sebagai balapan Formula 1 terlama berdasarkan durasi.
Rekor ekstrem lainnya terjadi di Grand Prix Belgia 2021. Hujan membuat seluruh pembalap hanya berputar di belakang Safety Car, dan satu lap masuk klasifikasi resmi. Saat itu setengah poin tetap diberikan, sehingga memicu kritik. Sejak 2022, FIA menerapkan sistem poin bertingkat untuk balapan yang dipersingkat, dengan syarat sedikitnya dua lap diselesaikan tanpa Safety Car atau Virtual Safety Car. Mulai 2023, poin penuh juga diberikan jika balapan yang ditangguhkan dilanjutkan, meski jarak total yang dijadwalkan tidak tercapai.
Arah baru mulai 2027
Mulai 2027, batas dua jam untuk waktu balap aktual tetap dipertahankan, tetapi batas keseluruhan tiga jam akan dihapus dan diganti dengan penghentian tetap pada waktu tertentu. Jarak standar juga turun menjadi 290 kilometer. Jarak Monako diperkirakan ikut berkurang, meski besar pengurangannya belum ditentukan.
Menurut FIA, penyesuaian ini berkaitan dengan karakter unit tenaga baru. Sejak 2026, sekitar separuh tenaga berasal dari mesin pembakaran internal dan separuh lainnya dari motor listrik. Untuk 2027, komposisinya direncanakan berubah menjadi 58:42, lalu 60:40 pada 2028, dengan porsi lebih besar untuk mesin pembakaran.
Peningkatan tenaga mesin konvensional akan memperbesar konsumsi bahan bakar. Karena tim ingin tetap menggunakan mobil 2026, penambahan kapasitas tangki tidak menjadi pilihan utama. Semula, hanya balapan tertentu yang akan dipangkas hingga empat lap, tetapi rencana itu dinilai berpotensi membuat beberapa Grand Prix berubah menjadi lomba menghemat bahan bakar. Karena itu, seluruh balapan akan dipersingkat berdasarkan prinsip yang sama.
Di luar Grand Prix, Sprint Formula 1 memiliki jarak sekitar 100 kilometer dan biasanya berlangsung kurang lebih 30 menit. Format ini tidak mewajibkan pit stop, dengan poin diberikan kepada delapan pembalap terdepan. Kalender 2026 memuat enam Sprint.





