China Senggol Sekutu Kuat AS: Konsekuensi Besar di Asia

by -42 Views

Pemerintah China Batasi Ekspor Mineral ke Jepang

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China menjatuhkan pembatasan ekspor komoditas mineral kritis ke Jepang. Langkah ini diambil Beijing sebagai bentuk tekanan nyata agar sekutu utama Amerika Serikat (AS) tersebut membatalkan kebijakan yang disebut China sebagai jalur menuju remiliterisasi.

Langkah China untuk Tekan Kebijakan Jepang

Kementerian Perdagangan China telah memperketat kendali ekspor barang-barang yang berpotensi memiliki aplikasi militer ke Jepang sejak Januari lalu. Kebijakan ini melarang pihak mana pun untuk mentransfer barang-barang dengan fungsi ganda tersebut kepada pengguna akhir militer Jepang.

Pembatasan tersebut kembali diperketat oleh Beijing sebanyak dua kali sepanjang bulan Februari. Meskipun daftar lengkap barang yang terkena dampak tidak dipublikasikan secara komprehensif, sanksi ekspor ini dipastikan mencakup elemen tanah jarang (rare earth) dan mineral kritis lain yang sangat penting untuk pembuatan teknologi canggih.

Reaksi Beijing dan Tokyo

China menjelaskan bahwa larangan ekspor ini bertujuan untuk menghentikan remiliterisasi dan ambisi nuklir Jepang. Sementara itu, Tokyo menyatakan bahwa postur pertahanan negara tidak berubah dan tetap berkomitmen pada perdamaian.

Para pemimpin Jepang terus berupaya memperluas peran militer dalam beberapa tahun terakhir demi mengimbangi kekuatan China. Hal ini memicu reaksi keras dari Beijing dan retorika anti-Jepang yang semakin meningkat.

Dominasi Tanah Jarang China

Langkah pembatasan ekspor ini menjadi senjata ampuh karena China memegang kendali hampir memonopoli rantai pasok tanah jarang dunia, termasuk memproduksi lebih dari 90 persen magnet tanah jarang global. Komoditas tersebut sangat penting untuk teknologi modern mulai dari kendaraan listrik hingga jet tempur dan rudal berpemandu presisi.

China juga sebelumnya telah menggunakan dominasinya atas tanah jarang untuk tujuan strategis, dengan menerapkan pembatasan ekspor sebagai respons atas kebijakan tarif AS dan sengketa diplomatik dengan Jepang.

Meskipun terjadi gesekan antara China dan Jepang, keduanya terus melakukan pertemuan untuk mendiskusikan isu-isu penting di kawasan, antara lain terkait keamanan pertahanan dan energi.

Source link