Video: Jurus Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan Usaha

by -63 Views

Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) masih menghadapi tantangan pembiayaan, meski prospeknya dinilai menjanjikan. Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), Aldo Artoko, menyebut perluasan sumber pendanaan sebagai salah satu persoalan utama dalam ekspansi bisnis energi hijau, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan energi surya.

Menurut Aldo, skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) masih menjadi harapan emiten untuk memperoleh pembiayaan proyek EBT. Kontrak jual-beli listrik tersebut menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan mendapatkan dukungan pendanaan bagi proyek yang akan dikembangkan.

PPA PLN Jadi Tumpuan Pembiayaan

Tantangan pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan modal untuk membangun proyek. Kepastian penjualan listrik juga menjadi aspek yang diperhatikan dalam pengembangan pembangkit EBT. Dalam konteks itu, PPA bersama PLN dipandang memiliki peran penting bagi perusahaan seperti ARKO yang menjalankan ekspansi di sektor energi terbarukan.

Aldo tidak merinci skema pembiayaan lain yang tengah disiapkan perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa perluasan sumber pembiayaan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan bisnis energi baru dan terbarukan. Tantangan tersebut berlaku pada pengembangan energi hijau, baik pembangkit listrik tenaga air maupun pembangkit berbasis tenaga surya.

Untuk energi surya, persoalannya tidak berhenti pada pendanaan. Ketersediaan lahan dalam skala luas untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) juga menjadi tantangan. Kebutuhan lahan itu perlu berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk sistem penyimpanan energi atau storage system.

Tantangan Pengembangan PLTS

Ketersediaan sistem penyimpanan menjadi isu tersendiri dalam pengembangan proyek surya. Infrastruktur tersebut disebut sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan PLTS, bersamaan dengan kebutuhan lahan yang luas. Karena itu, pengembangan energi surya membutuhkan kesiapan berbagai unsur, bukan hanya pembangunan fasilitas pembangkit.

Meski menghadapi sejumlah kendala, ARKO tetap melihat bisnis EBT memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Optimisme itu sejalan dengan dukungan terhadap program transisi energi yang diarahkan untuk mendukung swasembada energi nasional.

Bagi ARKO, arah transisi energi tersebut menjadi konteks penting bagi pengembangan usaha di sektor energi hijau. Namun, realisasi ekspansi tetap perlu ditopang oleh penyelesaian tantangan pembiayaan, kepastian melalui PPA, ketersediaan lahan, serta infrastruktur penyimpanan untuk proyek tenaga surya.

Aldo menyampaikan pandangan tersebut dalam dialog bersama Shania Alatas di program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat, 18 September 2026. Pembahasan itu berfokus pada prospek dan tantangan pengembangan bisnis energi hijau, termasuk strategi pelaku usaha EBT dalam memperoleh pembiayaan dan mengamankan lahan proyek PLTS.

Source link