Siswa SMP di Jaktim Dianiaya Usai Edit Foto Teman Pakai AI

by -58 Views

Seorang siswa SMP Negeri di Jakarta Timur diduga mengalami penganiayaan dalam dua hari berturut-turut setelah teman-temannya mengetahui ia mengedit foto sejumlah siswi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga menjadi foto vulgar. Polisi kini menyelidiki dugaan kekerasan tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan adanya laporan dari para siswi yang fotonya diedit.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan laporan penganiayaan itu dibuat oleh siswa yang diduga mengedit foto rekan-rekannya. “Terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya, membuat laporan penganiayaan,” kata Made saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dibawa ke rumah kosong dan waduk

Berdasarkan keterangan orang tua siswa, dugaan penganiayaan pertama berlangsung pada Selasa (15/9) 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, setelah korban pulang sekolah. Ia diminta datang ke sebuah warung di samping SD 01 Kayu Putih, Jakarta Timur.

Setelah tiba di warung, siswa tersebut diminta menaiki sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong di Jalan Tiner, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung.

Di lokasi itu, korban diduga dipukul pada bagian hidung dan telinga. Beberapa orang yang diduga terlibat juga menendang bagian dadanya. Salah satu di antaranya disebut mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis katana atau samurai.

“Setelah di rumah kosong korban dipukul bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Dan salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam katana atau samurai,” ujar Made.

Dugaan kekerasan kembali terjadi pada Rabu (16/9). Korban kembali diminta datang ke warung di sekitar SD 01 Kayu Putih sebelum dibawa dengan sepeda motor menuju kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sesampainya di waduk, korban kembali diduga menerima kekerasan fisik. Ia dipukul di bagian kepala, ditampar pada kedua telinga, serta beberapa kali ditendang di bagian perut.

“Kemudian setiba di waduk korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik),” kata Made.

Polisi telusuri laporan terkait foto AI

Made menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut berkaitan dengan tindakan korban yang sebelumnya mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar dengan bantuan teknologi AI. Teman-teman para siswi itu disebut tidak terima setelah mengetahui perbuatan tersebut, lalu diduga melakukan kekerasan terhadap siswa yang bersangkutan.

“Lalu teman-teman siswa tersebut tidak terima, sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban,” tuturnya.

Polisi masih memastikan apakah para siswi yang diduga menjadi korban pengeditan foto telah membuat laporan. “Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban sudah membuat laporan atau belum,” ujar Made.

Penyidik juga masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap siswa tersebut.

Source link