**Tim Kyle Larson Bak Jimmie Johnson, Denny Hamlin Belum Menyerah**

by -52 Views

Empat balapan pertama playoff NASCAR Cup Series menempatkan Kyle Larson dan tim Hendrick Motorsports No. 5 di puncak klasemen. Rangkaian hasil finis kelima, pertama, kedua, lalu pertama membuat Larson unggul atas Denny Hamlin dan memunculkan perbandingan dengan dominasi Jimmie Johnson bersama tim No. 48 Hendrick Motorsports pada 2006–2010.

Larson sebenarnya sudah menunjukkan kecepatannya sebelum playoff dimulai. Meski belum meraih kemenangan pada fase awal musim, ia tetap sering memimpin balapan dan mengumpulkan poin stage terbanyak sepanjang musim. Performa itu seolah baru sepenuhnya terlihat ketika perebutan gelar memasuki 10 balapan terakhir.

Larson belum menganggap dirinya favorit

Kemenangan di Kansas membuat Larson memimpin klasemen dengan keunggulan 26 poin atas Hamlin. Dalam daftar klasemen setelah balapan tersebut, Hamlin tercatat tertinggal 27 poin, disusul Christopher Bell dengan selisih 49 poin, Joey Logano 64 poin, dan Ryan Blaney 92 poin.

Namun, Larson menolak menganggap posisi itu sebagai jaminan. Ia mengingatkan masih ada enam balapan tersisa dan selisih poin dapat berubah drastis hanya dalam satu akhir pekan.

“Tidak, saya tidak melihatnya seperti itu. Masih ada enam balapan dan saya hanya unggul 26 poin atas Denny. Itu bisa hilang dengan cepat,” kata Larson sambil tertawa. Ia mencontohkan, dirinya mengumpulkan 76 poin di Kansas, tetapi bisa saja kehilangan lebih dari 70 poin jika mengalami kerusakan mesin pada awal balapan berikutnya, seperti yang dialami Noah Gragson pada stage pertama.

Larson mengatakan fokusnya adalah membuat keputusan yang tepat di balik kemudi dan tidak terganggu oleh pembicaraan mengenai peluang juara. Menurut dia, konsistensi tersebut juga merupakan hasil kerja tim, pit crew, dan mekanik yang terus menyiapkan mobil cepat.

“Apa yang Jimmie dan Chad lakukan selama bertahun-tahun sangat mengesankan. Siapa pun di antara para pembalap tentu ingin mengulang apa yang telah mereka capai,” ujar Larson setelah menang di Kansas. Ia juga menyebut kepala kru Cliff Daniels memiliki kemiripan dengan Chad Knaus, mantan kepala kru Johnson.

Pesaing membutuhkan kemenangan

Hamlin, yang sebelumnya memimpin klasemen reguler, mengakui Larson kini berada dalam kendali. Namun, ia menilai keunggulan itu belum sulit dikejar. Hamlin mengatakan timnya telah finis sesuai dengan kecepatan yang mereka miliki, tetapi masih perlu meningkatkan performa dalam fase awal balapan.

Tekanan lebih besar berada pada Bell, Logano, dan Blaney. Blaney menyebut beberapa situasi mulai terasa seperti kondisi wajib menang, meski para pembalap tetap harus menghindari hasil buruk. “Kami harus memenangi dua atau tiga balapan untuk memiliki peluang,” kata Blaney.

Hamlin juga memperkirakan kemenangan akan menjadi keharusan apabila selisihnya tetap berada di kisaran 30–40 poin menjelang balapan di Homestead. Meski demikian, ia belum melihat Larson sebagai sosok yang tidak mungkin dikalahkan.

Peran Rick Hendrick

Cliff Daniels dan Presiden Hendrick Motorsports Jeff Andrews menilai kesamaan utama antara tim Larson dan tim Johnson bukan hanya soal performa, melainkan budaya yang dibangun pemilik tim Rick Hendrick.

Daniels mengatakan Hendrick pernah menghubungi seluruh kepala kru dan pembalap sekitar lima atau enam pekan sebelum playoff, ketika tim sedang tertekan. Hendrick, menurut Daniels, meminta mereka tetap percaya diri dan meyakinkan bahwa tim mampu memperbaiki mobil serta memulihkan performa.

“Saat Anda menang, Anda tidak sehebat yang Anda kira; saat Anda kalah, Anda tidak seburuk yang Anda kira,” kata Daniels, mengutip prinsip yang kerap disampaikan Hendrick. Enam balapan tersisa akan menentukan apakah tim No. 5 benar-benar mampu meneruskan momentum yang saat ini mengingatkan pada era dominasi No. 48.

Source link